Selasa, 23 Juli 2019

Mengenal Istana siak



Sampai saat ini bangunan istana siak masih tetap kokoh dan masih banyak orang yang ingin melihat istana semegah ini dan terawaat oleh orang-orang yang dibei kepercayaan untuk selalu menjaga istana siak.

Masa jaya Kerajaan Siak berawal dari abad ke-16 sampai abad ke-20, dan silsilah Sultan-Sultan Kerajaan Siak Sri Indrapura dimulai pada tahun 1723 M dengan 12 sultan yang pernah bertahta. Kini, kita dapat melihat peninggalan kerajaan berupa kompleks Istana Kerajaan Siak yang dibangun oleh Sultan Assyaidis Syarif Hasyim Abdul Jalil Syaifuddinpada tahun 1889 dengan nama Asseraiyah Al Hasyimiah.
    Istana Asseraiyah Al Hasyimiah yang disebut juga “Istana Matahari Timur” dilakukan oleh arsitek dari Jerman yang mengadopsi gaya arsitek Eropa, India dan Arab dengan perpaduan Melayu Tradisional. Keindahan Istana terlihat mulai dari memasuki pintu gerbang Istana yang dihiasi sepasang burung elang menyambar dengan mata yang memancar tajam yang terbuat dari perunggu dan pada 4 buah pilar Istana di ujung puncaknya. Burung elang ini merupakan tanda kebesaran dan keberanian serta kemegahan  Kerajaan Siak pada masanya. Selain itu, keindahan Istana juga terlihat pada dinding Istana yang dihiasi dengan keramik dari Eropa dan ruangan-ruangan yang terdapat di dalam Istana serta benda-benda koleksi peninggalan Kerajaan Siak.
    Bangunan Istana Asseraiyah Al Hasyimiah terdiri dari dua lantai, pada lantai dasar terdapat 5 ruangan besar utama yang digunakan untuk:
    Ruangan Depan Istana,merupakan ruang tunggu para tamu, di dalamnya terdapat dua bagian ruang, untuk para tamu terhormat disebut ruangan Kursi Gading, berkain gorden warna hijau lumut khusus untuk tamu kaum laki-laki, dan satu ruang terhormat berikutnya untuk kaum perempuan.
    Ruangan di sisi kananadalah ruang sidang kerajaan dan sekaligus digunakan sebagai ruang pesta.
    Ruangan di sisi kiriadalah upacara adat kerajaan Melayu dipergunakan untuk pelantikan, perwakilan, upacara menjunjung Duli dan upacara hari-hari besar keagamaan.
    Ruangan belakang,adalah sebuah ruang keperluan persiapan perjamuan makan untuk santapan para tamu dan raja-raja serta pembesar kerajaan. Pada ruangan ini terdapat tangga besi spiral yang indah buatan Jerman berfungsi tangga naik ke lantai atas. Pada ruang belakang ini terdapat pelataran (koridor) sepanjang 500 m berbentuk huruf “T”, dipergunakan untuk jamuan makan bagi rakyat umum.
    Lantai atas, terdapat 4 ruangan berbentuk kamar atau bilik dan 2 ruangan berbentuk aula selasar yang dipergunakan untuk tempat istirahat para tamu, serta bagian depan terdapat pelantaran atau tempat peranginan yang menghadap ke taman bunga Panca Wisada dan Sungai Siak.

     
    Istana Kerajaan Siak Sri Indrapura saat ini dijadikan tempat penyimpanan benda-benda koleksi kerajaan antara lain:
    Mahkota Kerajaan Siak, Mahkota Kerajaan dibuat semasa pemerintahan Sultan Siak X, Assyaidis Syarif Kasim Syaifuddin (Syarif Kasim I). Mahkota ini berlapis emas dan bertaburkan permata, sedangkan yang asli terdapat di Museum Nasional Gajah  Jakarta.
    Singgasana Kerajaan Siak, Kursi keemasan yang penuh dengan ukiran yang indah dari bahan kuningan berbalut emas (yang pernah hilang dan dikonservasi kembali oleh Museum Nasional  Gajah Jakarta).
    Lambang dan Bendera Kerajaan Siak,
     Bendera berwarna kuning keemasan, di tengah terdapat lambang kerajaan bermotif kepala naga dan berjuang. Di atas terdapat kalimat Allah serta kaligrafi Muhammad bertangkup.
    Senjata dan Benda-benda Kerajaan,
     antara lain tombak, keris, meriam, serta alat nobat, cermin mustika, kursi-kursi, lampu-lampu Kristal yang beratnya 1 ton, barang-barang keramik dari Cina dan Eropa, diorama , patung perunggu Ratu Belanda Wilhemina dan patung pualam Sultan bermata berlian, benda-benda upacara lain , serta piring-piring, cangkir, gelas, sendok yang bermerek lambang kerajaan.
    Payung Kerajaan,
     payung ini berlambang naga berjuang dan kalimat Allah serta tulisan Muhammad bertangkup dari kain sutera kuning keemasan.
    Tempat pembakaran (Setanggi)
    merupakan wewangian yang berasal dari ramuan tumbuh-tumbuhan, dengan membakar setanggi akan keluar aroma yang wangi dan ketika itu berfungsi sebagai pengharum ruangan istana.
    Canang
    merupakan suatu barang berbentuk guci terletak di ujung ruangan jamuan istana, bila dipukul, canang ini mengeluarkan bunyi gaung, digunakan oleh Sultan untuk memanggil pelayan istana.
    Komet,
     benda sejenis gramafon raksasa terbuat dari tembaga dengan piring garis tengah 1 meter dari bahan kuningan (pelat kuningan) dapat mengeluarkan bunyi-bunyian musik klasik karya Beethoven dan Mozart, buatan Jerman. Konon barang ini hanya ada 2 di dunia yaitu di Jerman sebagai pembuat dan di Istana Siak.
    Cermin Ratu Agung, adalah sebuah cermin yang menjadi milik para permaisuri Sultan yang dapat membuat wajah semakin cerah dan awet muda bila sering bercermin disana.

    Yuk Singgah Disiak


    Siak sri merupakan tempat yang ramah lingkungan ,siak juga merupakan tempat yang asyik untuk refresing atau dengan kata lain buang suntukk..siak salah satu kota wisata yang dimana siak dipenuhi dengan tempat-tempat yang sangat unik untuk dikunjungi bagi para pemuda pemudi bukan hanya anak muda saja melainkan orang tu pun ikut meraimakan titik-titik yang menjadi tempat sarana berfoto bareng

    pemuda nya bnyak yang membangun taman baru serta mangrove yang serba unik,beberapa taman yang ada yaitu: taman singapure,taman bj goo green taman bersejarah dan masih banyak taman lagi yang harus anda kunjungi.. yang akhir-akhir ini sudah ada lagi mangrove yaitu: magrove mengkapan,mangrove sungai rawa dan masih banyak lagi.

    tak lam lagi merupakan waktu libur bagi anda yang sangat menyenangkan bukan dimana idul adha merupakan momen anda untuk jalan-jalan .nah jangan bingung karna harus memikirkan tempat berfoto yang pemandangannya indah .silahkan kunjungi dibeberapa tempat yang menurut anda tempat itu merupakan tempat yang cocok untuk anda

    beberapa tempat yang termasuk tempat yang banyak di kunjungi orang setiap wakyu libur:


    1. ISTANA SIAK
    2. TAMAN SINGAPURE
    3. Bangunan merah
    4. taman kupu-kupu 
    5. taman pasar pohon
    6. mangrove sungai rawa
    7. mangrove mengkapan
    8. brembang
    9. taman sigaran jiwa
    10. taman bj go green

    semoga bermanfaat bagi anda yang ingin berkunjung ke siak si indrapura

    Busana Adat Melayu Siak Sri Indrapura

    1.pakaian
    berikut penjelasan mengenai baju adat melayu siak sri indrapura .ada 4jenis pakaian yang digunakan oleh masyarakat melau siak sri indrapura yang sesuai dengan situasinya.

    1. pakaian upacara adat
    Hasil gambar untuk pakaian upacara siak sri indrapura
    pakaian upacara adat digunakan sesuai dengan apa yang sedang ada acaranya,seperti upacara penobatan raja,upacara penerimaan anugrah,upacara penyambutan tamu,dan masih banyak lagi.  di era melayu ada perbedaan busana antara wanita dan pria contohnya,laki-laki menggunakan baju kurung cekak musang,sedangkan perempuan menggunakann baju kurang tulang belut(gadis) dan baju kurung kebaya laboh untuk perempuan yang setengah tua atau setengah baya yang dibuat dari kain sutra



    2. pakaian perkawinan


    Hasil gambar untuk pakaian upacara perkawinan siak sri indrapura

    baju pengantin laki-laki adat melayu bernama baju kurung cekak musang .baju ini dilengkapi dengan kain sarung beberapa ornamen lain seperti mahkota,sebai berwarna kuning dibahu bagian kiri ,sepatu runcing,rantai panjang dileher ,cangkai dikeliling dan keris berkepala burung serindit diselipkan dipinggang kiri
    Adapun untuk pengantin perempuan, mereka akan mengenakan pakaian yang bermacam-macam tergantung dari upacaranya. Saat upacara malam berinai, mereka menggunakan baju kurung teluk belanga, saat upacara berandam, menggunakan baju kurung kebaya pendek saat upacara akad nikah menggunakan baju kurung teluk, dan saat upacara bersanding menggunakan kebaya laboh.


    3.    Pakaian Keseharian

    Hasil gambar untuk pakaian kesenian  siak sri indrapura

    Pakaian keseharian adalah pakaian yang digunakan saat melakukan aktivitas sehari-hari. Dibandingkan jenis pakaian adat Riau yang lain, pakaian keseharian terbilang sangat sederhana. Tidak terlalu banyak pernik dan aksesoris. Berdasarkan usia pemakainya, pakaian keseharian dibedakan menjadi 3 yaitu:

    ·       Pakaian Keseharian untuk Anak-anak Pakaian keseharian anak laki-laki dalam adat Riau disebut baju monyet. Baju ini dipadukan dengan celana panjang atau tanggung, lengkap dengan kopiah atau kain segiempat sebagai penutup kepalanya. Sementara untuk anak perempuan, pakaian yang digunakan berupa baju kurung dengan motif bunga-bunga. Pakaian keseharian adat Riau untuk anak-anak ini biasa digunakan saat mereka mengaji atau menuntut ilmu.
    ·       Pakaian Keseharian untuk Dewasa Laki-laki Melayu yang sudah dewasa mengenakan pakaian yang bernama baju kurung cekak musang. Baju ini dikenakan bersama kain sarung dan kopiah. Sementara perempuan Melayu dewasa memilih 3 jenis baju yang disebut Baju Kebaya Pendek, Baju Kurung Laboh, dan Baju Kurung Tulang Belut. Baju-baju ini digunakan bersama kain selendang sebagai penutup kepala saat pergi berladang.
    ·       Pakaian Keseharian untuk Orangtua Laki-laki sepuh atau setengah baya mengenakan Baju Kurung Cekak Musang atau Baju Kurung Teluk Belanga yang dibuat dari bahan kain lejo atau kain katun. Sementara perempuan sepuhnya menggunakan Baju Kurung Teluk Belanga, Baju Kebaya Pendek dan Kebaya Laboh lengkap dengan selendang dikenakan sebagai kerudung.


    4.    Pakaian Resmi

    Hasil gambar untuk pakaian resmi  siak sri indrapura

    Di masa silam, pakaian resmi adat Riau hanya dikenakan saat ada pertemuan resmi kerajaan. Akan tetapi, saat ini baju tersebut lebih sering digunakan dalam acara resmi kepemerintahan. Pakaian adat Riau yang resmi untuk laki-laki adalah Baju Kurung Cekak Musang yang dikenakan lengkap bersama kopiah dan kain sarung tenun. Baju Kurung Cekak Musang sendiri dibuat dari bahan jenis kain kualitas tinggi, seperti kain satin atau kain sutra.
    Adapun untuk perempuan, pakaian resmi yang digunakan adalah Kebaya Laboh. Bahan yang digunakan untuk membuat pakaian tersebut adalah kain tenun khas buatan masyarakat di daerah-daerah Riau, seperti Siak, Indragiri, Trengganu, dan lain sebagainya. Kebaya untuk gadis dibuat dengan panjang hingga 3 jari di atas lutut, sementara untuk perempuan setengah baya dibuat 3 jari di bawah lutut.


    Senin, 22 Juli 2019

    Adat istiadat di kabupaten siak sri indrapura

    Adat melayu dikerajaan siak

     
    Kerajaan Siak adalah pusat pemerintahan yang dipimpin oleh seorang Sultan dengan orang-orang besarnya, sehingga yang dilakukan dalam acara adat mempunyai sopan santun yang telah diatur oleh Kerajaan dan Datuk- datuk dari Ketua Suku. Setiap pelanggaran adat dan sopan santun oleh rakyatnya akan mendapat hukuman atau sanksi yang sesuai dengan pelanggarannya. Didalam adat kerajaan siak ada beberapa aturan yaitu :

    1.Adat Sebenar Adat   

      Yang dimaksud dengan "adat sebenar adat" adalah prinsip adat Melayu yang tidak dapat diubah-ubah. Prinsip tersebut tersimpul dalam "adat bersendikan syarak". 

    2. Adat yang diadatkan 

        Adat ini adalah adat yang dibuat oleh Kerajaan Siak oleh Sultan yang sedang berkuasa sebagai pemimpin pemerintahan dinegeri Siak bersama Dewan Datuk sebagi penasehat Sultan pada kurun waktu tertentu dan masa berlakunya adat yang diadatkan ini ialah sepanjang belum dirubah oleh penguasa berikutnya atau Sultan penggantinya. Contohnya : Warna pakaian yang boleh dipakai oleh Datuk, orang besar kerajaan dan isterinya, dilarang memakai warna kuning karena itu adalah warna pakaian sultan dan keluarganya.

    3. Adat yang Teradat 

       Adat ini adalah adat yang disusun bersama oleh Datuk-datuk kepala suku dengan pemuka-pemuka dinegeri Siak pada masa kerajaan dahulu sejak berdirinya Kerajaan Gasib sampai Kerajaan Siak yang dipimpin oleh Raja Kecik. Adat ini turun temurun dalam masyarakat melayu siak yang telah lama mentradisi dan sudah menjadi pegangan bersama yang harus ditaati oleh rakyat siak. Terutama pantang durhaka kepada raja dan kepada orang tua karena sumpah raja dan orang tua sangat makbul.

     Adat ini menanamkan sopan santun kepada masyarakat dan rakyatnya terutama kepada anak cucunya yang merupakan pewaris negeri siak.adat sopan santun sangat diutamakan dalam masyarakat melayu siak. Dikerajaan Siak hidup dan berkembang kebudayaan Tradisional yang kuat yang bernafaskan Islam, hal ini terlihat dari beberapa upacara adat dimulai dari kelahiran sampai kematian.


     Kebudayaan Kerajaan Siak Sri Indrapura


     1.Upacara menujuh bulan   

     Upacara menujuh bulan yaitu upacara adat yang dilaksanakan pada saat seorang ibu yang hamil anak sulungdalam usia kandungan tujuh bulan.

    2. Upacara aqiqah

     memberi nama, cukur rambut dan turun mandi. Upacara ini dilakukan secara bersamaan, dimana anak yang baru dilahirkan dalam usia tujuh hari atau lebih, diaqiqahkan dengan menyembelih satu ekor kambing untuk anak perempuan dan dua ekor kambing untuk anak laki-laki. Bersamaan dengan itu dilakukan kenduri dengan menjemput orang rmai dan pada saat itu rambut sibayi digunting, ditepung tawari sambil dibacakan puji-pujian kepad Rasul dan kemudian dibacakan doa selamt dan doa member nama. Seterusnya bayi diturunkan memijak tanah dan dimandikan dan terakhir diayun dibuaian.

    3. Upacara Khitanan dan Khatam Al-Qur'an anak laki-laki   

     Setiap anak laki-laki berusia sekitar sebelas tahun dikhitankan, dan sebelum dikhitankan dianya haruslah sudah khatam Al-Qur'an.

     4. Upacara adat perkawinan 
        Upacara adat perkawinan ini terbagi dalam beberapa tahap upacara antara lain sebagai berikut: 

     1.merisik     
    Sebelum zaman kemajuan seperti sekarang ini, pergaulan wanita dengan laki-laki tidaklah terbuka dan satu sama lain. Mereka dibatasi oleh adat budaya Melayu yang telah mengatur itu semua dan didukung oleh masyarakat sezamannya itu. 
       
    II.meminang   
     Setelah pihak lelaki semufakat untuk menjodohkan anak lelakinya dengan sigadis yang telah disepakati, maka dikirimlah perutusan kerumah si gadis untuk meminang atau melamar si gadis secara resmi.Perwakilan terdiri dari beberapa orang yang dituakan dan seorang juru bicara.Supaya pihak wanita tidak merasa dikejutkan atas kedatangan ini.

    III. mengantar tanda atau bertunangan   
     Setelah pinangan diterima, maka akan dilakukan acara mengantar tanda sebagai ikatan tali pertunangan.

    IV.mengantar belanja     
     Upacara mengantar belanja adalah kedatangan perutusan keluarga calon pengantin lelaki kerumah calon pengantin wanita untuk menyerahkan uang belanja sebagai bantuan untuk biaya pelaksanaan upacara pernikahan dengan jumlah yang disesuaikan dengan kesanggupan calon pengantin lelaki.

    V. perhelatan pernikahan     
    Setelah pihak wanita menerima menerima antaran belanja maka mulailah mempersiapkan segala sesuatu untuk menghadapi hari perkawinan, seperti membersihkan dan merapikan rumah, melengkapi peralatan yang kurang, mempersiapkan rencana kerja pelaksanaan hari perkawinan dsb. Sehingga sampailah saat hari pelaksanaan.

    Senin, 08 Juli 2019

    Budaya Masyarakat Siak Sri Indrapura

    TATA KRAMA

    Orang melayu siak terkenal dengan keramahan nya kepada setiap orang yang ia jumpai ,bukan hanya itu saja orang melayu siak memiliki kebudayan yang sangat unik menurut warga sekitarnya. serta memiliki berbagai macam wisata yang telah di buat oleh pemuda dan pemudi warga siak itu sendiri. mulai dariberbagai taman  yang di jadikan tempat berfoto,


    1. Bahasa Melayu Kuno

    Merupakan keluarga bahasa nusantara yang pernah mencapai puncak kegemilangan dari abad ke -7 sampai abad ke -13 pada zaman kerajaan sri wijaya ,sebagai bahasa panta biran  atau bahasa nasional. bahasa ini banyak di gunakan disemenanjung kepulauan riau dan sumatera . ia menjadi bahas pentakbiran karena bersifat sederhana dan mudah menerima pengaruh luar ,tiidak terikat kepada perbedaan susunan lapisan masyarakat mempunyai sistem yang lebih mudah dibandingkan dengan bahas jawa.

    ciri-ciri bahasa melayu kuno :
    1. susunan kalimat bersifat melayu
    2. bunyi vokal b menjadi w dalam melayu kuno ,contoh:bulan menjadi wulan
    3. bunyi awalan ber menjadi mer, contoh:berlepas menjadi merlepas
    4. awalan di menjadi ni ,contoh: diperbuat menjadi ni perbuat
    2. bahasa melayu klasik

    puncak kegemilangan dibagi kepada tiga zaman yaitu: zaman kerajaan melaka,kerajaan aceh dan kerajaan johor riau.

    ciri-cirinya:
    1. Kalimatnya panjang ,berulang berbelit-belit,contoh:sebermule maksud hamte menjengah kesini
    2. Menggunakan bahasa , contoh:patek,hambe,tuan
    3. Kosa kata klasik ,contoh: sahaya(biasa),masygul(bersedih)
    4. Banyak menggunakan pangkal kalimat, contoh:sebemule,alkisah,adapun
    3. Bahasa melayu modern

    bermula pada abad ke-19 merupakan permulaan zaman bahasa melayu modern. bahasa melayu modern ini sering kita dengar dan tidak asing lagi bagi kita . bahasa melayu modern ini banyak digunakan oleh orang melayu sekarang misalnya: bahasa melayu yang ada di riau sekarang ,malaysia ,kepri,dan kawasan di nusantara lainnya.

    BUDAYA 

    Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa sansekerta yaitu buddhayah ,yang merupakan bentuk jamak dari budhi  diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi pekerti dan akal manusia . dalam bahasa inggris kebudayaan di sebut culture,yang berasal dari bahasa latin colore yaitu mengolah atau mengerjakan . Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani



    Minuman Laksamana Mengamuk Dari Siak Sri Indarapura

    Laksamana mengamuk merupakan minuman segar yang menghadirkan bahan utama buah kuini. Nama minuman ini berawal dari legenda kuno masyarakat riau.

    Legenda "Kisah di balik minuman laksamana mengamuk"


    Minuman ini berawal dari legenda kuni masyarakat melayu riau. Alkisah pada suatu hari ,seorang laksamana mengamuk dikebun kuini. Dia marah karena istrinya dibawa lari oleh tuan tanah ,pemilik kebun kuini tersebut.

    Saking kesalnya,sang laksaman menebas-nebaskan pedang yang yang dibawanya kesegala penjuru kebun. puluhan buah kuini jatuh berserakan di tanah dan hancur terkena amukan pedang sang laksamana.

    setelah laksamana puas melampiaskan kemarahannya dan pulang,masyarakat yang sebelumnya hanya berani menonton,kemudian mendekat kekebun kuini. masyarakat memunguti buah-buah kuini yang berserakan ditanah.

    masyarakat bingung mau mereka apakan buah kuini tersebut,yang telah terkoyak-koyak oleh pedang laksamana . hingga akhirnya seorang ibu-ibu mendapat ide. ibu mengumpulkan buah kuini dan memasukkan nya kedalam kuah santan dan diberinya gula merah.

    lalu ,ibu tersebut membagi-bagikan minuman tadi ke masyarakat desa. ternyata masyarakat menyukai minuman tersebut. dari situlah nama laksamana mengamuk muncul



    resep minuman laksamana mengamuk


    A. BAHAN
    • 600 gram es batu serut
    • 300 gram mangga kuini matang, potong kotak
    Bahan Membuat Sirup Es Laksamana:
    • 300 gram gula pasir putih
    • 2 lembar daun pandan, ikat menyimpul
    • ¼ sendok teh garam dapur halus
    • 250 ml air putih
    Bahan Membuat Kuah Es Laksamana:
    • 3 lembar daun pandan, ikat menyimpul
    • 600 ml santan kental
    • ¼ sendok teh garam dapur halus
    B. Cara Membuat Minuman Laksamana Mengamuk

    1. Pertama silahkan anda persiapkan bahan untuk membuat sirupnya, dengan merebus air putih dulu dengan rebusan gula pasir didalamnya, kemudian tambahkan daun pandan yang sudah ditali, dan tambahan sedikit garam, aduk hingga gula benar-benar sudah melebur dengan air, dan harum. Angkat dan sisihkan

    2. Selanjutnya bahan untuk kuahnya, silahkan mulai dengan merebus santan kental,tunggu hingga mendidih, tambahakn garam dan daun pandan agar menambah gurih dan wangi aroma kuah, aduk lagi sampai mendidih, angkat bila sudah matang
    3. Simpan dalam gelas atau wadah yang telah disiapkan potongan mangga kuini, dan tambahan es batu untuk menambah kesegaran.
    4. Siram bagian atas dari bahan-bahan yang sudah dimasukan kedalam gelas sirupdan kuah es laksamana mengamuk

    5. Silahkan sajikan es laksamna mengamuk untuk hari yang lebih istimewa.